“Ahh.. Rena mengeluh panjang lebar. Bokep indo xxx Jelek.”, Rene mengulurkan tangannya memegang pundak Rena, dan menekan tubuh gadis kecil itu ke dadanya. Rena melangkah ke pinggir trotoar dan melambaikan tangannya. Remote TV itu masih dalam genggamannya.“Kaakk..!!” Rena memegang pundak kakaknya, merayu-rayu supaya kakaknya bersedia mengatakan janjinya. lupa sama adiknya! Dihampirinya box telepon di belakangnya, dan setelah memasukkan koin seratus terakhirnya, jarinya memencet- mencet nomor telepon rumahnya.‘Brengsek’, umpatnya dalam hati mendengar suara penjawab telpon, “Disini rumah keluarga Ta..”, Rena membanting gagang telpon itu, membiarkan beberapa pasang mata pengunjung warung menatap heran ke arahnya. “Rene.. Sepuluh kilometer jauhnya, waktu yang sama. “Yang..keluar nih..” Rene berkata lirih. Masa aku disuruh pakai yang begini..” Rene tertawa lagi. sori.. Rene.. aduh.. Rena mengeluh panjang lebar. Rena melengos dan mengalihkan pandangannya keluar jendela Sementara itu, sepuluh menit setelah




















