“….mmm…apa yg aden cari..mbak semacam ini, perempuan kampung, gak cantik..dah tua lagi..” Wajahnya lekat2 menatapku. Mbak Juminten wajahnya kembali muram, matanya menatap ke luar pintu, kosong, sperti berpikir keras. Bokepindoxxx Aku tidak memperdulikan ucapanya. Aku segera berlalu, mbak Juminten terkesan manis pagi ini, rambutnya terurai ikal menjuntai ke bahu. Akhirnya permainan ini usai. Dia sedikit terusik dengan pertanyaanku. “Maaf yg kmaren mbak…”Jawabku. Semenjak hari itu hubungan kami berada dalam suasana yg baru. “Yaa indah mbak..malem sabtu kemaren saya sempet mimpiin mbak gituan sama saya..sorry..”Jawabku. Bagaimana mungkin hingga aku dapat sebejat itu. ” Maksudnya..?”
“Yaa apa aden pikir mbak ini jadi perempuan gimanaa gitu di pandangan den agus..”
“Saya nyesel setelahnya mbak, gak tega bikin mbak gitu..yaa selanjutnya saya tetap respek kok sama mbak..”Jawabku. Tangan kananku meraih jemari kiri tanganya.




















