Tanpa dapat ditahannya, Rena tertawa, “Ihh.. Bokep aku sedih saja..” Rene tertawa kecil, “Hahaha.. Rina mengingatkan dirinya sendiri sebelum tangannya mulai gatal.Dua purnama yang lalu. Dihampirinya box telepon di belakangnya, dan setelah memasukkan koin seratus terakhirnya, jarinya memencet- mencet nomor telepon rumahnya.‘Brengsek’, umpatnya dalam hati mendengar suara penjawab telpon, “Disini rumah keluarga Ta..”, Rena membanting gagang telpon itu, membiarkan beberapa pasang mata pengunjung warung menatap heran ke arahnya. sejenak Rene terngiang sebuah pepatah Jawa ‘tresno jalaran soko kulino’.. Teman- teman si anak muda menjadi reseh dan ngeloyor pergi sambil membawa teman mereka. “Itu yang namanya sperma..”, Rene nyaris terbahak melihat mulut Rena yang meringis dan alisnya yang berkerut. “Ahh.. Rina merasakan sebutir keringat mengenai matanya.. lupa sama adiknya! Pinggulnya bergoyang- goyang ke depan ke belakang dengan irama yang penuh nafsu.




















