Si dokter malam itu juga meminta saya dirawat inap di rumah sakit. Bokepindoxxx Pelan tapi pasti. Yang seorang di sebelah kananku dan yang seorang lagi di sebelah kiriku. Saya sering sakit-sakitan kala itu. Ia kemudian duduk di atas kepalaku. Ia tersenyum dan berkata, “Terima kasih Dik… aku amat puas… demikian juga Mbak Vivi…”Belakangan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku mendengar bahwa Wiwin dan Viviana memang bukan perawat tetap di rumah sakit itu. Sebuah botol besar telah disiapkan untuk menampung air urine saya. Setelah sepuluh menit, batang kejantananku mulai mengeras dan siap untuk ditusukkan. Ya.. rupanya ia sudah tidak mengenakan celana dalam. Duh.. Mungkin karena kelelahan setelah di ‘karaoke’ oleh gadis perawat yang cantik dan sexy, aku pun tertidur malam itu. crot.. Aku sudah tahu apa maksudnya.




















