Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara halus.“Pak, sandarannya ditegakkan dan sabuknya dipasang. Bokepindoxxx Kucium bibirnya dengan ganas. Kakinya menjepit pinggangku. Aku sudah tidak peduli dengan penumpang di sampingku. “Della kamu hebataunhh.. Kami dapat kamar bersebelahan. Semakin lama semakin seru topik obrolan kami. Bogor, Puncak, Cianjur. To.. Ouch..”Kami mengelepar menikmati kenikmatan yang kami rasakan bersama. Mas ss.. Aku berdiri sebentar dan merentangkan tanganku agar otot-ototku relaks, lalu duduk lagi. Semakin lama semakin seru topik obrolan kami. Kurasa tensinya sedikit turun. “Iya, untuk tugas dari kantor,” jawabnya. Terus To.. Kamipun segera turun ke bawah untuk mencari makanan. Kudengar gerutuan sebagian penumpang. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya?” kataku dengan nada setengah memaksa. Setelah kutanyakan kepadanya ternyata benar dan ia sudah bekerja di Balikpapan selama lima tahun.




















