Badanku terlalu capek untuk sekedar bangkit dan berjalan. Katanya, kangen paman. Bokep Kusentuh pelan sekali daging basah yang berlipat-lipat itu. Kencing jadi sakit. Tak jarang, bibi selalu tertawa melihat tingkahku, atau mungkin kebodohanku. Dengan hanya berbekal penerangan dari dapur, karena lampu ruang tengah sudah kumatikan, aku bergeser ke bawah, menuju paha dan bokongnya. tanya paman lagi.Gak ah, paman. Hanya cahaya TV yang menerangi apa yang sedang dia lakukan.Usapan bibi makin berani, dia sekarang meremas-remas kontolku. Berseru kegirangan, segera kuraba memeknya. katanya. tanya paman.Dulu sih, waktu SD, di rumahnya kang Rosyid. kata bibi.Aku sudah janji gak bilang, Bi. aku melenguh keenakan saat batangku terbenam seluruhnya. paman melontarkan ide gilanya.Iih, paman, gak berani ah. Tapi bibi bersikap seolah tak terjadi apa-apa.




















