Ia nampak terkejut sekali mendengar ucapanku itu. Bokep Jawaban Alfi tersebut semakin membuat Lidya gemas dan tak sabaran. Dan aku tak ingin menundanya lagi. Lalu di susul oleh sapuan demi sapuan berikutnya yang membuat jiwaku melambung keawang-awang. “Non ndak les hari ini?”
“Lagi males!” jawabku ketus. Tapi yang pastinya lebih enakan dari depan. Biarlah mamang mati ditembak sama papinya non buat menebus kesalahan yang mamang buat terhadap non”
“Kok mamang ngomong begituuu?!” entah mengapa aku menjadi panik mendengar dia ngomong nekat seperti itu. Aku mengangkat pinggulku seraya mencengram bungkahan pantatnya kuat-kuat dengan kedua tanganku. Pertama-tama bukankah papi dan mami memintaku memproritaskan pendidikan di atas urusan lain?




















