Aa mah nggak bakalan gigit kok”, rayuku.“Bukan takut ama Aa, tapi takut ketahuan Ibu” jawabnya.Setelah mendengar perkataannya, aku bukannya memberi alasan melainkan bibirku langsung mendarat di bibir ranum adikku yang satu ini. Kejadiannya ketika itu aku baru pulang dari rumah temanku Anto pada siang hari, ketika sampai di rumah aku mendapati adikku sedang asyik menonton serial telenovela di salah satu TV swasta. Bokep Aku sendiri tadinya tak mau berbuat macam-macam karena kupikir dia adalah adikku sendiri, apalagi adikku ini orangnya lugu dan pendiam. aku pun langsung membuat kopi, merokok sambil berbaring di sofa.Saat itu serial tersebut sedang menampilkan salah satu adegan ciuman yang hanya sebentar karena langsung terpotong oleh iklan. Jangan dilaporin sama Ibu” kataku agak takut.“Aa jahat” jawab adikku sambil menangis.“Sumi maafin Aa. ahh.. Belum sempat aku berpikir, Sumi lalu




















