“Grathil!,” begitu bentaknya sambil menghalau tanganku. “Uuh.. Bokep Entah, tak mampu aku imajinasikan. Aku merasa geli campur nikmat. Biar masih kecil, putri Pak Marto, boleh juga goyang pinggulnya, bikin aku dag dig dug dag dig dug.. Sekilas, Ia memandang, posisi tidurku, dan, seperti tak terjadi apa-apa, mungkin setelah meyakinkan dirinya, bahwa aku tak mengetahui apa yang di lakukannya. Saat setengah sadar ada suara aneh yang senantiasa terulang tiap malam, ternyata adalah gerakan Nenek yang tengah mencabut sesuatu dari sela-sela kain batiknya. Perlahan namun pasti, sang waktu pun berpihak kepadaku. Mungkin mereka sibuk dengan proyek ‘mengatasi kebocoran’ atau memang telah terkurung di kamar masing-masing, menikmati dinginnya musim penghujan di penghujung bulan januari. Jadi meski sudah memicingkan mata, tetap saja obyek yang sedang ku amati tampak kabur.




















