Tigapuluh juta aku juga sanggup bahkan lebih.” Aku tahu aku berkata jujur.“Om, aku minta sepuluh juta saja, tapi Om belikan aku pil anti hamil.”“Kamu sungguh-sungguh Ermita?”, aku menoleh sejenak melihat ke wajahnya*”“Ya”, katanya pendek.“Mengapa tidak 30 juta? Penampilan di luar kayak malu-malu dan alim, tetapi rupanya makan dalam.”Intuisiku mengatakan aku akan mendapat masalah besar. Bokep Sepatu, dasi, jas, kemeja, singlet, lalu celana dan kolor kutarik sekali jalan. Apa yang aku makan, kamu juga ikut makan. “Ermita kamu sudah siap pulang?”, dia kelihatan linglung kebingungan, barangkali heran kok dia ada di kamar yang asing. Matanya sembab karena menangis.“Om… saya hamil”, dan tangisnya tumpah meledak. Dia saudara kandung Om, seorang kolonel yang disegani preman Pasar Senen.












