Wajahku masih tertutup selimut.Tapi si lelaki tampak tak peduli dengan buas terus menyetubuhiku dari belakang. Bokepindoxxx Keluaarr!!” teriakku masih dalam keadaan shock. Aku kembali menamparnya pelan. Menjelang senja ribuan kata-kata petuah itu akhirnya habis juga. Ganti keributan itu berpindah di kamar anakku. Ujarnya sambil terus berusaha menciumi wajah dan bibirku, lidahnya mendesak-desak untuk masuk ke dalam mulutku. Setelah masing-masing kami terdiam, aku bangkit berdiri. Randy hanya tersenyum, ‘’ngga lha ma, sumpah. “ohya…tadi teman-temanmu yang kurang ajar tadi memotret mama”, ujarku. “ perkataannya membuatku tertegun sejenak, namun kembali kepanikan melanda ketika tangannya menjalari gundukan bulu-bulu hitam selangkanganku, aku berusaha merapatkan kaki namun lututnya telah berada di antara dua pahaku. Pantaslah jika kuliahnya kacau. Agak lega sedikit aku mendengarkan penjelasan anak bungsu ku itu, walau kembali aku menguliahinya dengan berbagai petuah, yang biasa




















