Swaminya, Berto, justru menjadikannya seseperti seorang gundik murahan. Meskipun kenyataannya setiap hari bisa saja Mas Berto pulang sore hari. Bokep Aqu mulai bertanya-tanya, sejak kapan swamiku mulai gemar minum-minum beralkohol. Sekitar 10 menit kami berbicara, aqu mulai merasakan sedikit pusing di kepalaqu, badankupun limlung. Dia tahu pasti Su’eng akan menagih hutang-hutangnya itu. Dia cuma menjawab“Aqu mencari penghasilan tambahan Bell”, jawabnya singkat dan acuh.Mas Berto makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dgn mulut berbau alkohol, dan hampir tak sadarkan diri, ternyata dia mabuk sangat berat. Pernikahan kami mulus-mulus saja sampai Bernard muncul diantara kami. Toh dia juga yg membelikan gelang tersebut.




















