Ia tampaknya mengerti dengan keteranganku.Aku merasa malam semakin dingin, berdiri melihat putriku. Bokepindoxxx Sebab…aku takut? Barulah ia mau pulang setelah di bujuk Bang Roji. Celana yang aku kenakan dilepas dan diletakkan dilantai samping ranjangku. Jujur saja di kantor aku sering diajak rekan rekan pria untuk makan malam atau kadang ngajak nonton. Aku pura pura tak mengerti apa yang dia ingini itu. Selama dipijat aku merasakan amat rileks meskipun saat itu aku bersama pria lain. Demi anakku permintaannyaitu aku penuhi saja. Jika aku libur ke kantor kami sering ngobrol-ngobrol mengenai rumah tangga. Bahkan kini malah aku sepertinya sudah bisa melupakan semua itu meski dihati kecilku masih merasa kurang nyaman. Bang Roji seakan tahu kelemahan aku. Aku semakin berada di titik paling labil saat itu.Aku berusaha menahan rasa geli yang kini semakin membuatku




















