Aku melangkah ke perapian, mengambil ceret dan membawanya untuk membuatkan kopi.Ku lihat jam menunjukkan 05.30 Sambil membuatkan kopi dua gelas, aku merasa geli sendiri mengingat kejadian tadi. Bokepindoxxx Ukurannya sama dengan punyaku.Tangannyapun tak kalah. Dengan melambai dia melaju dengan perlahan dari rumahku. “jangan berjongkok, nanti meleleh. Aku memutar-mutar wajahku ketika tongkat saktinya berada tepat di hidungku sampai dahiku. Di tempat tidur dia masih berbaring sambil melihatku dengan senyumnya yang menawan. Dan kurasakan manisnya lidahnya dalam mulutku. Dan mendekat ke arahku. Seakan tak rela saling melepas. Dengan perasaan dag dig dug aku mengambil sebuah tongkat kayu yang ujungnya agak membesar layaknya pemukul baseball dan mendekati pintu.




















