‘Eee.., Indri.., tidak kok.., ayoo masuk..’, kuajak dia masuk ke rumah. Bokep Atau benar-benar sekedar rasa geregeatan.., sebagaimana perasaan anak-anak perempuan pada boneka Barbie-nya..?? ‘Kuku Mbak kurapikan yaa.., jelek-jelek gini aku ahli manicure lho.., ntar kuambil peralatannya di rumah’.Tanpa menunggu reaksiku, dia langsung bergegas balik ke rumahnya, mengambil peralatan manicure. ‘Kuku Mbak Mar, uh, serasi sekali sihh..’, nadanya seperti anak geregetan. Aku tidak atau belum bereaksi secara nyata, kecuali tetap menampakkan tak acuhku dengan tetap mengesankan bahwa aku mengagumi “lukisan” Pollocknya pada kuku jari-jari tanganku. Selama ini aku pecahkan saja dengan caraku yang aman dan mudah, ketimun.Sekitar 10 menit kemudian Indri kembali dengan tas di tangan. ‘Kuku Mbak Mar, uh, serasi sekali sihh..’, nadanya seperti anak geregetan.




















